Menjadi Pengawas Tes Seleksi Calon Karyawan



Awal bulan September 2017 rumah sakit dimana saya bekerja membuka lowongan pekerjaan. Memang tempat kerja saya saat ini sedang sangat membutuhkan tenaga baru untuk menunjang pelayanan agar lebih baik. Tidak tanggung-tanggung kali ini rs tempat saya bekerja membuka lowongan untuk berbagai formasi dan dengan jumlah yang boleh dibilang cukup banyak. Lowongan kerja yang dibuka antara lain apoteker 2 orang, perawat 6 orang, radiografer 2 orang, fisioterapi 4 orang, administrasi 4 orang, cleaning service 3 orang, juru masak 3 orang. Lowongan kerja untuk bagian administrasi adalah yang paling banyak pelamarnya. Kurang lebih 450 orang mengajukan lamaran kerja untuk posisi administrasi.

Selain berasal dari daerah sendiri atau lokal (Kebumen), banyak juga pelamar yang berasal dari luar kota seperti klaten, purworejo, cilacap, banyumas, ciamis, bandung, lampung dll. Mengingat terbatasnya jumlah panitia yang hanya 6 orang dan ruang tes yang hanya 4 ruangan maka diputuskan seluruh pelamar yang melamar posisi adminitrasi akan mengikuti tes tulis terlebih dahulu, sedangkan formasi yang lain masih menunggu waktu.

Sebelumnya pelamar diwajibkan untuk daftar ulang terlebih dahulu. Pelamar yang mengirimkan berkas lamarannya dihubungi oleh panitia melalui SMS.  Daftar ulang disini untuk mengambil kartu tes. Daftar ulang dilaksanakan selama 3 hari hari. Diluar dugaan ternyata banyak yang datang untuk melakukan daftar ulang baik dari dalam dan luar kota. Dari daftar ulang tersebut dapat diketahui jika jumlah pelamar yang daftar ulang mencapai 450 orang.

Setelah daftar ulang kemudian pelamar akan menjalani tes tertulis dengan materi tes potensial akademik. Nah, hari ini (1/10/17) adalah hari untuk pelaksanaan tes tulis calon karyawan baru. Dengan jumlah pelamar sekitar 450 orang maka tes tulis dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama pukul 08.00-09.30 WIB sedangkan sesi kedua dimulai pada pukul 10.00-11.30 WIB.

Ini pengalaman yang baru bagi saya menjadi pengawas tes. Menjadi pengawas tes tulis selama 90 menit ternyata menjenuhkan juga. Mungkin rasa jenuh tersebut karena saya menjadi pengawas sendirian karena tim seleksi sedikit maka dijatah satu ruangan diawasi oleh satu pengawas ujian. Untung ada handphone yang setia menemani sampai akhir tes tulis selesai. Walaupun mengawasi dengan membawa handphone tetapi tetap mengontrol ruang tes agar suasana tidak gaduh dan menghindari jika ada peserta tes yang saling mencontek.

Setelah waktu tes tulis selesai peserta tes tulis mengumpulkan lembar jawaban dan soal. Lembar jawaban tersebut kemudian akan dikoreksi. Panitia akan menilai peserta yang berkompetensi baik. Peserta tes yang lolos seleksi tes tulis kemudian akan dipanggil untuk mengikuti tes tahap selanjutnya yaitu tes kesehatan dan tes wawancara. Semoga saja dengan perjalanan tes seleksi yang panjang dan cukup menguras tenaga dan pikiran ini mampu menemukan calon karyawan baru yang benar-benar berdedikasi tinggi untuk bekerja dengan baik di tempat saya bekerja. Demikian cerita pengalaman saya menjadi pengawas tes seleksi calon karyawan. Terima kasih sudah berkunjung di blog saya.

Reaksi:
Share this with short URL:

You Might Also Like:

How to style text in Disqus comments:
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parser Hide Parser